Motto: Pati Bumi Mina Tani
Provinsi Jawa Tengah
Ibu kota Pati
Luas 1.419,07 km²
Koordinat 6°44'56,80" LS 111°02'06,96" BT Elevasi 60ft
Penduduk
· Jumlah 1.189.000 (2003)
· Kepadatan 797 jiwa/km²
Pembagian administratif
· Kecamatan 21
· Desa/kelurahan -
Dasar hukum UU No. 13/1950
Tanggal -
Hari jadi {{{hari jadi}}}
Bupati H.Tasiman, SH
Kode area telepon 0295
APBD {{{apbd}}}
DAU Rp. 337.244.000.000
Suku bangsa {{{suku bangsa}}}
Bahasa {{{bahasa}}}
Agama {{{agama}}}
Flora resmi {{{flora}}}
Fauna resmi {{{fauna}}}
Zona waktu {{{zona waktu}}}
Situs web resmi: www.pati.go.id
Kabupaten Pati, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya
adalah Pati. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten
Rembang di timur, Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan di selatan, serta
Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara di barat.
Daftar isi
[sembunyikan]
* 1 Geografi
* 2 Pembagian administratif
* 3 Pariwisata
* 4 Rupa-rupa
* 5 Situs yang berhubungan
[sunting] Geografi
Sebagian besar wilayah Kabupaten Pati adalah dataran rendah. Bagian selatan
(perbatasan dengan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora) terdapat rangkaian
Pegunungan Kapur Utara. Bagian barat laut (perbatasan dengan Kabupaten Kudus
dan Kabupaten Jepara) berupa perbukitan. Sungai terbesar adalah Kali Juwana,
yang bermuara di daerah Juwana.
Ibukota Kabupaten Pati terletak tengah-tengah wilayah Kabupaten, berada di
jalur pantura Semarang-Surabaya, sekitar 75 km sebelah timur Semarang. Jalur
ini merupakan jalur ramai yang menunjukkan diri sebagai jalur transit.
Kelemahan terbesar dari jalur ini adalah kecilnya jalan, hanya memuat dua
jalur, sehingga untuk berpapasan cukup sulit.
Terdapat sungai besar yaitu sungai Ngantru. Saat musim penghujan sudah
terbiasa sungai ini meluap, sehingga pemerintah Jawa Tengah membentuk lembaga
yang berfungsi menanggulangi banjir yang bernama Jatrunseluna.
[sunting] Pembagian administratif
Kabupaten Pati terdiri atas 21 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa
dan kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Pati.
Kota-kota kecamatan lainnya yang cukup signifikan adalah Juwana dan Tayu,
keduanya merupakan kota pelabuhan yang berada di pesisir Laut Jawa.
Slogan: PATI BUMI MINA TANI. Diharapkan Pati menjadi daerah sentra perikanan
dan pertanian di Indonesia.
[sunting] Pariwisata
Salah satu obyek wisata sejarah di Pati adalah bekas pintu kerajaan Majapahit
yang terletak di kota Pati, konon pintu ini dibawa oleh Kebo Anabang atas
perintah Sunan Muria. Juwana merupakan kota pelabuhan dimana terdapat
kerajinan kuningan. Obyek wisata lain diantaranya adalah Waduk Gunung Rowo,
yang terletak di bagian utara.
Di daerah Margorejo terdapat mata air yang cukup besar, yang digunakan untuk
kolam renang. Nama tempat tersebut adalah Banyu Urip. Di sekitarnya terdapat
perkebunan jambu monyet (mete).
Di daerah Gunung Muria, yaitu di daerah Gembong, terdapat waduk yang diberi
nama Selo Romo. Waduk ini termasuk berukuran kecil, jika musim kemarau, pasti
akan dangkal. Di sekitar waduk sering dipakai sebagai area perkemahan.
Potensi Bidang Wisata
AGROWISATA
Potensi : Keanekaragaman panorama dan tumbuhan hortikultura, tanaman
perkebunan, dan tanaman pangan.
Lokasi : Di sepanjang lereng Gunung Muria bagian timur yang terletak di
Kecamatan Tlogowungu, Kecamatan Gembong, Kecamatan Gunungwungkal, dan
Kecamatan Cluwak.
WISATA AIR DI DESA TALUN
Objek Wisata : Rekreasi air
Potensi : Perairan budidaya ikan air tawar (tambak) seluas 185 Ha.
Lokasi : Desa Talun.
GUA PANCUR
Objek Wisata: Gua sepanjang ± 736 m dengan stalaktit dan stalaknit yang
sangat indah
Lokasi : Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen
Fasilitas : Kolam pancing, rumah makan apung, wana wisata hutan jati, jalan
beraspal.
GUNUNG ROWO INDAH
Objek Wisata : Waduk dan pemandangan alam
Potensi : Waduk seluas 320 Ha, di puncak bukit dapat menikmati pemandangan di
Daerah Ngarai wilayah Kabupaten Pati
Fasilitas : Taman rekreasi terbuka, tempat parkir, jalan semua beraspal
AIR TERJUN GRENJENGAN SEWU
Objek Wisata : Air terjun setinggi ± 75 m
Potensi : Air terjun yang berada di tengah panorama alam yang indah, kondisi
masih alami dan belum digarap.
Lokasi : Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal, ketinggian 485 m di atas
permukaan laut. Jarak dari Kota Pati ± 27 Km
Fasilitas : Jalan beraspal dan lapisan makadam sampai di Desa Jrahi.
SENDANG TIRTA MARTA SANI
Objek Wisata : Kolam renang dan wisata spiritual
Fasilitas : Paseban tempat mengheningkan diri mohon pada Sang Pencipta
Padusan: sumber air yang berasal dari sendang, konon menurut cerita, sumber
air tersebut merupakan tempat air wudhu Sunan Kalijaga, tetapi “disisani”
(bahasa Jawa) oleh pengawalnya. Pengawalnya kemudian disabda menjadi seekor
bulus oleh Sunan Kalijaga Di kompleks tersebut juga terdapat makam Adipati
Pragolo (Bupati Pati pada zaman Kerajaan mataram)
Pendopo: sarana pentas kesenian khas Pati Areal parkir dan jalan beraspal,
jarak ± 4 Km dari Kota Pati
PINTU GERBANG MAJAPAHIT
Objek Wisata : Situs peninggalan Gerbang Majapahit Peninggalan sejarah
berupa Pintu Gerbang terbuat dari kayu jati. Terletak di Desa Rendole,
Kecamatan Margorejo, jarak dari kota Pati 4 Km. Berdekatan dengan obyek
wisata Sendang Tirta Sani. Pintu gerbang ini merupakan peninggalan Kerajaan
Majapahit yang diangkat oleh Kebo Nyabrang sebagai persyaratan untuk diakui
sebagai Putra Sunan Muria. Namun setelah tiba di Desa Rondole, Kebo Nyabrang
tidak mampu lagi mengangkat dan tidak mampu melanjutkan perjalanan kemudian
menunggui pintu gerbang tersebut sampai meninggal dunia.
WISATA RELIGIUS
MAKAM MBAH TABEK MERTO
Obyek wisata : Kompleks makam kuno terletak di Dukuh Domasan, Desa Prawoto
Kecamatan Sukolilo. Makam ini diperkirakan telah ada sejak abad ke XVI pada
masa awal penyebaran agama Islam di Indonesia. Ditinjau dari bentuk makam,
bentuk nisan dan letak pemakaman, maka makam kuno ini dapat disejajarkan
dengan usia makam yang ada di Demak pada masa Kerajaan islam di Demak.
Berdasarkan namanya, Tabek berasal dari bahasa Arab dari kata tabi’a yang
berarti yang mengikuti atau pengikut. Yang dimaksud pengikut di sini adalah
pengikut para penyebar agama islam pada masa itu, yaitu para wali atau wali
songo. Kompleks pemakaman kuno saat ini banyak dikunjungi orang karena
diyakini mempunyai hubungan dengan para wali.
MAKAM SARIDIN / SYEH JANGKUNG
Objek Wisata : Makam Saridin atau terkenal dengan nama Syeh Jangkung konon
merupakan salah seorang murid Sunan Kalijaga (Wali Songo). Makam tersebut
terletak di Desa Landoh, Kecamatan Kayen. Jarak dari kota Pati kira-kira 17
Km kearah selatan menuju Kabupaten Grobogan. Makam ini banyak dikunjungi
orang setiap hari Jum’at Kliwon dan Jum’at Legi. Upacara khol dilaksanakan
setiap 1 tahun sekali yaitu pada bulan Rajab tanggal 14-15 dalam rangka
penggantian kelambu makam.
Rupa-rupa
* Makanan khas Pati adalah Nasi Gandhul, Soto Kemiri
* Kota Pati dikenal dengan sebutan Kota Pensiunan, karena kotanya
sebagian dihuni oleh para pesiunan atau purnawirawan yang lahir ato
dibesarkan di kota ini, sedang para pemudanya memilih mencari kerja di tempat
lain atau merantau ke luar negeri sebagai TKI/TKW, karena minimnya industri
di kota ini.
* Saat ini (2006) terdapat dua pabrik kacang yang terkenal, yaitu: Dua
Kelinci dan Garudafood
* Pabrik gula di Kecamatan Trangkil (PG Trangkil)
* Dahulu terdapat kerupuk yang menggunakan bahan baku dari tanah disebut
kerupuk Ampo
* Krupuk daging juga merupakan salah satu makanan khasnya
Kabupaten Pati, Jawa Tengah
Kecamatan: Batangan | Cluwak | Dukuhseti | Gabus | Gembong | Gunungwungkal |
Jaken | Jakenan | Juwana | Kayen | Margorejo | Margoyoso | Pati | Puncakwangi
| Sukolilo | Tambakromo | Tayu | Tlogowungu | Trangkil | Wedarijaksa | Winong










http://bolasodok.notlong.com
2007-04-10 @ 12:16