Search blog.co.uk

Strategi Pemasaran

by rayearth2601 @ 2007-04-03 - 11:23:44

JAKARTA - Pernah membuka botol minuman bersoda? Dan

rasakan ketika pertama kali meneguknya. Bandingkan dengan tegukan terakhir.

Pasti rasanya berbeda.

Ketika membuka botol minuman bersoda, kemudian meminumnya, rasanya mak nyus.

Letupan soda di dalam mulut sangat penuh buih dan bergairah. Sedangkan, pada

tegukan berikutnya rasanya datar saja. Sebab, kadar sodanya jelas berkurang..

Fenomena minuman bersoda itu merupakan hal yang biasa saja. Namun, dibaliknya

terdapat ilmu yang dapat diadopsi, utamanya dalam hal memulai usaha bisnis.

Membuka usaha bisnis di zaman penuh tantangan ini, perlu kerja keras. Otak

juga perlu diputar, untuk mengetahui di mana letak celah rupiah. Namun,

apapun jenis usaha yang dijalankan, ada satu srategi yang dapat dilakukan,

yaitu fenomena minuman soda.

Sebelum usaha bisnis dijalankan, segala upaya, strategi ide cemerlang

dikerahkan mati-matian. Ketika usaha itu telah berjalan, kadang terlena

dengan rutinitas. Nah, disitulah fenomena minuman soda dapat dipraktikan.

Agar usaha bisnis dapat lancar, jangan hanya digalakan pada awal saja. Namun,

harus tetap prima selamanya. Di setiap awal melakukan aktivitas bisnis perlu

diperhatikan bagaimana menciptakan gelembung-gelembung soda yang

menggairahkan, dan memberikan kejutan bagi pelanggan.

Fenomena minuman bersoda adalah stamina bagi daya tarik produk atas jasa yang

diciptakan. Itu sebabnya diperlukan inovasi di setiap kurun waktu tertentu.

Sehingga, jurus menarik laba tidak hanya digenjot dan terpusat pada awal

usaha, perlu adanya strategi dan stamina yang berkesinambungan.

kios_baskin.jpgSalah satu perusahaan pioneer es krim Baskin-Robbins 31,

pernah melakukan fenomena minuman bersoda. Irvine Robbins, tokoh di balik

perusahaan yang saat ini telah mendunia, memulai usahanya di Tamaco

Washington.

Ketika Robin masih kecil, orangtuanya memiliki pabrik susu. Namun, setiap

hari ada saja susu yang basi, dan dibuang sia-sia. Memanfaatkan susu yang

surplus itu agar tidak mubasir, keluarga Robin membuka usaha bisnis berbahan

dasar susu, yakni es krim.

Awalnya, usaha itu dijajakan di supermarket sekitar pabrik. Usaha itu tidak

membuahkan hasil yang maksimal. Akhirnya, ayah Robbin membuka kedai es krim

sendiri.

Persaingan dengan kedai lainnya dimulai. Namun, keluarga Ronbin menemukan

celahnya. Yaitu pelayanan yang baik. Mereka berprinsip ketika pelanggan

keluar dari kedainya, maka muka mereka harus berseri-seri. Berbeda dengan

pelanggan yang dilayani dengan buruk. Fenomena minuman soda yang pertama

dilakukan.

Perang Dunia ke II pecah, Robin ikut berperang. Namun, ketika perang itu

mereda, Dia malah membuka kedai es krim di California. Saat yang bersamaan,

sepupu Robbin, Burton Baskin, juga membuka kedai es krim.

Usaha berkembang, pada 1948, Robin memiliki lima kedai, dan Baskin memiliki

tiga toko. Namun, kondisi keuangan tidak berjalan mulus. Robin memutuskan

untuk menciptakan fenomena minuman bersoda ke dua.

Pada 1953, dia menyewa biro iklan Carsons Robert. Biro iklan itu melemparkan

ide untuk menciptakan 31 rasa es krim baru. Agar pelanggan dapat kembali

menikmati rasa es krim lainnya selama satu bulan.

Robbin kembali menciptakan fenomena minuman bersoda ke tiga. Robbin dan

Baskin pun bergabung menjadi satu dengan nama Baskin and Robbin 31. Kemudian,

kedai es krim itu mulai berkembang.

Tidak hanya di situ, Robbin kembali menciptakan fenomena minuman bersoda.

Agar usahanya berkembang pesat, mereka malah menjual kedai es krim kepada

manajer-manajer mereka, dengan metoda franchise.

Usaha bisnis es krim itu, semakin kuat. Jaring-jaring bisnis juga semakin

meluas. Namun, tidak hanya berhenti di situ. Robin terus menciptakan fenomena

minuman bersoda lagi, yaitu berdiskusi dengan pelanggannya. Masukan dari

pelanggan, menjadikan rasa es kirm semakin variatif.

Baskin and Robbin 31, hingga kini banyak ditemukan di mal-mal Indonesia. Pada

awal toko es krim itu tiba di Indonesia, fenomena minuman bersoda itu tetap

dilakukan. Antara lain, pelanggan boleh mencicipi rasa es kirm sebelum

memutuskan mana yang akan dibeli, dan memberikan air mineral gratis untuk

menghilangkan rasa seret.

baskin_cone.jpgTidak hanya disitu, fenomena minuman soda terus digulirkan.

Pelanggan juga dapat memberikan satu cup es krim secara gratis sebagai hadiah

ulang tahun bagi seseorang yang berarti bagi-bagi si pelanggan, lengkap

dengan kartu ucapannya.

Caranya, pelanggan dapat menukarkan struk pembelian, yang ditukarkan dengan

member card. Kemudian, pada saat hari ulang tahun, orang yang dianggap

berarti bagi si pelanggan mendapat kartu pos ucapan selamat, yang dapat

ditukarkan dengan es krim di toko Baskin and Robbin 31.

Dengan fenomena minuman bersoda itu, bisnis yang dijalankan dapat menciptakan

kejutan, dan sensasi bagi klien atau pelanggan. Persis seperti minuman

bersoda. (diolah dari berbagai sumber/rhs)


 
 

Trackback address for this post:

authimage

Comments, Trackbacks:

No Comments/Trackbacks for this post yet...

Leave a comment :

Your email address will not be displayed on this site.
Your URL will be displayed.
Allowed XHTML tags: <!, p, ul, ol, li, dl, dt, dd, address, blockquote, ins, del, a, span, bdo, br, em, strong, dfn, code, samp, kdb, var, cite, abbr, acronym, q, sub, sup, tt, i, b, big, small, img>
URLs, email, AIM and ICQs will be converted automatically.
Options:
 
(Line breaks become <br />)
(Set cookies for name, email & url)
Validation code:
Please enter the above code here:
For protection from spambots (case-sensitive).

Footer

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.