JAKARTA - Pernah membuka botol minuman bersoda? Dan
rasakan ketika pertama kali meneguknya. Bandingkan dengan tegukan terakhir.
Pasti rasanya berbeda.
Ketika membuka botol minuman bersoda, kemudian meminumnya, rasanya mak nyus.
Letupan soda di dalam mulut sangat penuh buih dan bergairah. Sedangkan, pada
tegukan berikutnya rasanya datar saja. Sebab, kadar sodanya jelas berkurang..
Fenomena minuman bersoda itu merupakan hal yang biasa saja. Namun, dibaliknya
terdapat ilmu yang dapat diadopsi, utamanya dalam hal memulai usaha bisnis.
Membuka usaha bisnis di zaman penuh tantangan ini, perlu kerja keras. Otak
juga perlu diputar, untuk mengetahui di mana letak celah rupiah. Namun,
apapun jenis usaha yang dijalankan, ada satu srategi yang dapat dilakukan,
yaitu fenomena minuman soda.
Sebelum usaha bisnis dijalankan, segala upaya, strategi ide cemerlang
dikerahkan mati-matian. Ketika usaha itu telah berjalan, kadang terlena
dengan rutinitas. Nah, disitulah fenomena minuman soda dapat dipraktikan.
Agar usaha bisnis dapat lancar, jangan hanya digalakan pada awal saja. Namun,
harus tetap prima selamanya. Di setiap awal melakukan aktivitas bisnis perlu
diperhatikan bagaimana menciptakan gelembung-gelembung soda yang
menggairahkan, dan memberikan kejutan bagi pelanggan.
Fenomena minuman bersoda adalah stamina bagi daya tarik produk atas jasa yang
diciptakan. Itu sebabnya diperlukan inovasi di setiap kurun waktu tertentu.
Sehingga, jurus menarik laba tidak hanya digenjot dan terpusat pada awal
usaha, perlu adanya strategi dan stamina yang berkesinambungan.
kios_baskin.jpgSalah satu perusahaan pioneer es krim Baskin-Robbins 31,
pernah melakukan fenomena minuman bersoda. Irvine Robbins, tokoh di balik
perusahaan yang saat ini telah mendunia, memulai usahanya di Tamaco
Washington.
Ketika Robin masih kecil, orangtuanya memiliki pabrik susu. Namun, setiap
hari ada saja susu yang basi, dan dibuang sia-sia. Memanfaatkan susu yang
surplus itu agar tidak mubasir, keluarga Robin membuka usaha bisnis berbahan
dasar susu, yakni es krim.
Awalnya, usaha itu dijajakan di supermarket sekitar pabrik. Usaha itu tidak
membuahkan hasil yang maksimal. Akhirnya, ayah Robbin membuka kedai es krim
sendiri.
Persaingan dengan kedai lainnya dimulai. Namun, keluarga Ronbin menemukan
celahnya. Yaitu pelayanan yang baik. Mereka berprinsip ketika pelanggan
keluar dari kedainya, maka muka mereka harus berseri-seri. Berbeda dengan
pelanggan yang dilayani dengan buruk. Fenomena minuman soda yang pertama
dilakukan.
Perang Dunia ke II pecah, Robin ikut berperang. Namun, ketika perang itu
mereda, Dia malah membuka kedai es krim di California. Saat yang bersamaan,
sepupu Robbin, Burton Baskin, juga membuka kedai es krim.
Usaha berkembang, pada 1948, Robin memiliki lima kedai, dan Baskin memiliki
tiga toko. Namun, kondisi keuangan tidak berjalan mulus. Robin memutuskan
untuk menciptakan fenomena minuman bersoda ke dua.
Pada 1953, dia menyewa biro iklan Carsons Robert. Biro iklan itu melemparkan
ide untuk menciptakan 31 rasa es krim baru. Agar pelanggan dapat kembali
menikmati rasa es krim lainnya selama satu bulan.
Robbin kembali menciptakan fenomena minuman bersoda ke tiga. Robbin dan
Baskin pun bergabung menjadi satu dengan nama Baskin and Robbin 31. Kemudian,
kedai es krim itu mulai berkembang.
Tidak hanya di situ, Robbin kembali menciptakan fenomena minuman bersoda.
Agar usahanya berkembang pesat, mereka malah menjual kedai es krim kepada
manajer-manajer mereka, dengan metoda franchise.
Usaha bisnis es krim itu, semakin kuat. Jaring-jaring bisnis juga semakin
meluas. Namun, tidak hanya berhenti di situ. Robin terus menciptakan fenomena
minuman bersoda lagi, yaitu berdiskusi dengan pelanggannya. Masukan dari
pelanggan, menjadikan rasa es kirm semakin variatif.
Baskin and Robbin 31, hingga kini banyak ditemukan di mal-mal Indonesia. Pada
awal toko es krim itu tiba di Indonesia, fenomena minuman bersoda itu tetap
dilakukan. Antara lain, pelanggan boleh mencicipi rasa es kirm sebelum
memutuskan mana yang akan dibeli, dan memberikan air mineral gratis untuk
menghilangkan rasa seret.
baskin_cone.jpgTidak hanya disitu, fenomena minuman soda terus digulirkan.
Pelanggan juga dapat memberikan satu cup es krim secara gratis sebagai hadiah
ulang tahun bagi seseorang yang berarti bagi-bagi si pelanggan, lengkap
dengan kartu ucapannya.
Caranya, pelanggan dapat menukarkan struk pembelian, yang ditukarkan dengan
member card. Kemudian, pada saat hari ulang tahun, orang yang dianggap
berarti bagi si pelanggan mendapat kartu pos ucapan selamat, yang dapat
ditukarkan dengan es krim di toko Baskin and Robbin 31.
Dengan fenomena minuman bersoda itu, bisnis yang dijalankan dapat menciptakan
kejutan, dan sensasi bagi klien atau pelanggan. Persis seperti minuman
bersoda. (diolah dari berbagai sumber/rhs)










No Comments/Trackbacks for this post yet...